Judul : Bidik !
Karya : Nugroho Nurarifin
Tebal : 264 halaman
“Tragedi selalu memiliki dua sisi”
Itulah kalimat yang tertera dalam sampul buku menarik ini.Buku ini menampilkan dua sisi kehidupan dimana masing-masing peran memainkan posisinya sebagai tokoh utama.
Sisi 1 bertajuk Lomotions, yang menceritakan Hendrik sebagai tokoh utamanya. seorang pegawai kantor yang memiliki ambisi sebagai seniman, namun nasibnya berkata lain. Kesialan demi kesialan bergulir dalam hidupnya. Rutinitas membuatnya semakin hidup dalam neraka yang tak tahu harus pada siapa disalahlkan. Memiliki seorang istri “pembunuh bayi” tidak pernah iagambarkan dalam masa depannya yang kini harus selalu berbaring dengannya tiap malam sebagai nenek sihir baginya.
Hingga suatu saat ia menemukan secercah harapan. kebiasaannya megakses internet di sela-sela jam kerjanya membuat ia berkenalan dengan Holga, kamera yang membuatnya menaruh harapan besar untuk menjadi seorang seniman. Dan ia memilih Astari Wirjono sebagai modelnya.
Sisis 2, Loco Motive, ditampilakan Satrijo seorang pemuda yang karena keberuntungan atau kesialannya harus bertemu dengan cinta sejatinya di tempat kerja barunya, Astari Wirjono. Satrijo muncul sebagai pemuda cerdas, kuat, dan berpendidikan namun lemah dan tak dapat mengatur perasaannya sendiri. hidupnya mulai berantakan begitu ungkapan cinta untuk kesekian kali ditolak oleh Astari yang menurutnya sangat mencintainya. Semua hancur hingga ia harus kembali ke kota asal dan memulai hidup dan usaha baru di Jakarta.
Sore yang cerah ia melihat sosok Astari di pinggir jendela. Selalu, selalu, dan selalu… Hingga ia teringat kembali akan luka itu lagi. Dengan pistol ia mengungkapkan perasaannya.
BIDIK !
Dua peristiwa dengan kata sama tapi memiliki pengertian berbeda. Antara membidik objek dengan kamera dan membidik jantung dengan pistol. Targetnya sama, Astari Wirjono.
Buku ini sangat menarik. Sampul yang berbeda dari biasanya merupakan salah satu faktor paling dominan buku ini dikatakan ‘berbeda’. Bahasa yang digunakan pun sangat mudah dimengerti. Jenis kertas beserta ornamen yang tercetak di atasnya sangatlah menarik. Namun mungkin ukuran huruf yang terlalu kecil merupakan kekurangannya.
Meski begitu buku ini wajib dibaca oleh book lovers. Ceritanya cerdas dan memberikan hiburan tersendiri bagi para penikmat buku.
Referensi :
Nurarifin, Nugroho. 2005. Bidik !. PT Gramedia Pustaka Utama : Jakarta